BERITA & PROMOSI UPDATE BERITA TERBARU DAN INFORMASI PROMO TERKINI

Electric Power Steering Rusak Akibat Banjir, Ini Solusinya!

News picture Electric Power Steering Rusak Akibat Banjir, Ini Solusinya!

JBA - Risiko yang sering terjadi ketika mobil terendam banjir adalah terjadinya kerusakan di beberapa bagian mesin atau beberapa komponel eletrikal lainnya. Salah satunya adalah komponen elektrikal yang bernama Electric Power Steering (EPS).

Komponen eletrikal ini bisa mengalami kerusakan akibat banjir yang menerjang modul dan motor EPS. Namun dari beberapa kasus, pada umumnya bagian yang sering mengalami kerusakan adalah bagian motor EPS-nya.

Baca Juga: Jangan Lakukan Hal Ini Setelah Mobil Terendam Banjir

Kepala bengkel Astrido Daihatsu di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sarudin mengungkapkan, jika motor EPS merupakan bagian yang sering mengalami kerusakan akibar terjangan banjir.

“Biasanya sih komponen EPS yang paling banyak rusaknya itu komponen motornya,” ucap Sarudin, seperti dilansir laman Otoseken.com.

Modul EPS bisa mengalami kerusakan akibat terjadinya konsleting yang berasal dari aki yang terhubung saat mobil terendam banjir. Sedangkan jika motor listrik mengalami kerusakan, biasanya berasal dari karat yang timbul akibat mobil terendam banjir.

“Nah, kalau motor power steering elektrik rusak, itu biasanya dari karat akibat genangan banjir. Apalagi jika banjirnya penuh lumpur, tentunya akan susah sekali,” terang Sarudin lagi.

“Kalau untuk sensor EPS iitu sendiri sudah jadi satu dengan motor EPS. Nah, pas sudah kita bongkar, biasanya yang terjadi, modulnya bisa diselamatkan, namun untuk EPS sama sekali nggak,” terang Sarudin lagi.

Untuk memperbaiki motor Electric Power Steering (EPS) menurut Sarudin dapat dilakukan dengan sangat mudah, yaitu dengan cara membersihkannya dari kotoran atau lumpur. Jika hal tersebut telah dilakukan dan tidak membuat motor EPS kembali normal, maka sangat disarankan untuk mengganti motor EPSnya.

Baca Juga: Ternyata Ini Penyebab Piringan Rem Cakram Lebih Cepat Habis

“Untu selamat atau tidaknya itu fifty-fifty, antara bisa dan tidaknya. Bahkan ada juga yang masih hidup hanya dengan membersihkannya doang,” ucapnya lagi.

“Untuk pembersihannya sendiri ya kita bongkar, kita semprot pakai blower dan hawa panas. Setelah itu disemprot lagi pakai WD40 agar karatnya hialng. Namun ada juga yang tidak ketolong, dan akhirnya harus ganti,” ungkap Sarudin.

Untuk indikasi EPS mengalami kerusakan atau tidak, bisa dilihat dari indikator yang terdapat pada panel instrument atau bisa melalui setir atau kemudi yang berat.