Temukan Kendaraan
Impian di JBA Indonesia
Memahami arti kode sekring mobil menjadi hal yang krusial bagi setiap pemilik kendaraan. Dengan mengetahui makna kode yang tertera pada sekring, Anda dapat melakukan pengecekan, penggantian, atau perawatan sistem kelistrikan dengan lebih tepat. Kesalahan memilih sekring, misalnya menggunakan ampere yang tidak sesuai, dapat meningkatkan risiko kerusakan komponen listrik bahkan memicu masalah keselamatan.
Artikel ini disusun untuk membantu Anda memahami kode sekring mobil. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Sekring mobil adalah komponen pengaman yang berfungsi memutus aliran listrik saat terjadi arus berlebih. Meski berukuran kecil, sekring berperan penting dalam melindungi sistem kelistrikan dan komponen sensitif seperti ECU, motor listrik, dan sistem pencahayaan.
Kode sekring baik berupa angka ampere, warna, maupun penanda fungsi sirkuit menunjukkan batas kemampuan sekring dalam menahan arus listrik. Penggunaan sekring dengan kode yang tidak sesuai dapat mengurangi fungsi perlindungan dan berpotensi menimbulkan masalah kelistrikan. Karena itu, memahami arti kode sekring mobil membantu pemilik kendaraan melakukan pengecekan dan penggantian sekring dengan lebih aman dan tepat.
Dalam sistem kelistrikan kendaraan, arti kode sekring mobil berdasarkan angka menunjukkan nilai ampere (A) atau kapasitas arus listrik maksimum yang dapat ditahan sekring sebelum terputus.
Semakin besar nilai amperenya, semakin besar pula beban listrik yang bisa dilindungi. Oleh karena itu, setiap komponen mobil sudah dipasangkan sekring dengan angka tertentu sesuai kebutuhan dayanya.
Baca juga: Arti Lampu Indikator pada Mobil yang Wajib Diketahui Pengemudi
Selain angka amper, arti kode sekring mobil juga dapat dikenali melalui warna sekring. Warna berfungsi sebagai penanda visual cepat untuk menunjukkan kapasitas arus listrik (ampere) yang mampu dialirkan oleh sekring tersebut. Sistem warna ini mengikuti standar internasional, sehingga memudahkan teknisi maupun pemilik kendaraan dalam mengidentifikasi sekring tanpa harus selalu membaca angka kecil pada bodinya.
Dengan memahami kode warna sekring mobil, Anda dapat lebih cepat mengetahui apakah sekring yang terpasang sudah sesuai dengan kebutuhan sistem kelistrikan kendaraan atau tidak. Kesalahan memilih warna (dan ampere) berisiko menyebabkan sekring mudah putus atau bahkan gagal melindungi komponen listrik.
Berikut adalah panduan umum arti warna sekring mobil berdasarkan kapasitas arusnya:
Catatan: Standar warna ini umumnya berlaku untuk sekring tipe blade (pipih) yang paling banyak digunakan pada mobil modern. Namun, selalu pastikan kesesuaian dengan standar pabrikan kendaraan Anda.

Sumber: www.viva.co.id
Pada area kabin mobil, terdapat sejumlah sekring dengan kode huruf tertentu yang masing-masing berfungsi melindungi sistem kelistrikan berbeda. Perlu diperhatikan bahwa kode huruf ini merupakan penanda fungsi sirkuit yang tercantum pada diagram boks sekring atau buku manual kendaraan, bukan tertulis pada badan sekring itu sendiri.
Selain di kabin, sekring juga ditempatkan di ruang mesin untuk melindungi sistem utama kendaraan. Berikut beberapa kode sekring yang umum dijumpai di bagian mesin:
Catatan: Konfigurasi kode dan nilai ampere dapat berbeda tergantung merek dan tipe kendaraan.
Baca juga: Tekanan Angin Ban Mobil Ring: 14, 15, 16, 17, 18, Cek di Sini!
Memahami arti kode sekring mobil merupakan hal penting bagi setiap pemilik kendaraan. Sekring berfungsi sebagai pengaman sistem kelistrikan, sehingga dengan mengetahui letak, kode, dan fungsinya, pemilik mobil dapat lebih cepat mengenali potensi gangguan listrik serta mencegah kerusakan yang lebih besar pada komponen kendaraan.
Selain itu, pemahaman tentang arti kode sekring mobil juga memiliki peran penting dalam proses inspeksi kendaraan, khususnya pada saat mengikuti lelang mobil. Dengan memeriksa kondisi sekring, Anda dapat memperoleh gambaran mengenai bagaimana sistem kelistrikan kendaraan tersebut dirawat oleh pemilik sebelumnya.
Saat mengecek mobil di Lelang JBA, luangkan juga waktu untuk melihat kotak sekring. Kotak sekring yang terlihat rapi dan bersih, menggunakan sekring dengan angka ampere yang sesuai, serta tidak terdapat jumper kabel atau modifikasi kelistrikan yang tidak standar, umumnya menjadi indikasi bahwa sistem kelistrikan kendaraan dirawat dengan baik. Sebaliknya, sekring yang tampak terbakar, rusak, atau diganti dengan ukuran tidak sesuai dapat menjadi tanda adanya masalah kelistrikan yang perlu diperhatikan sebelum Anda memutuskan untuk menawar kendaraan tersebut.
Bagi Anda yang ingin mendapatkan mobil bekas melalui proses yang aman, transparan, dan fleksibel, Anda dapat mengikuti lelang mobil di JBA Indonesia. Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait kegiatan lelang kami, silakan menghubungi WhatsApp JBA di 0817-0993-078. Ikuti juga seluruh akun media sosial JBA untuk mendapatkan update terbaru seputar lelang kendaraan dan info otomotif lainnya.
Cara perpanjang SIM C...
Pajak mobil Pajero...
Rest area Jagorawi adalah...