Find Your Dream Car in JBA Indonesia
Ban mobil adalah komponen penting yang mendukung keselamatan dan kenyamanan berkendara. Namun, banyak pengemudi yang kurang memperhatikan kondisi ban mobil hingga akhirnya mengalami kerusakan atau bahkan kecelakaan.
Ban yang sudah aus atau tidak layak pakai dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat hujan atau di jalan licin. Oleh karena itu, penting bagi pemilik kendaraan untuk mengetahui ciri-ciri ban mobil yang harus diganti.
Ban mobil memiliki usia tertentu yang bergantung pada beberapa faktor, seperti kondisi jalan yang dilalui, gaya berkendara, dan perawatan ban itu sendiri. Artikel ini akan membahas faktor-faktor yang memengaruhi umur ban serta ciri-ciri ban mobil yang sudah harus diganti untuk menjaga keselamatan saat berkendara.
Baca juga: 7 Cara Mematikan Alarm Mobil yang Bunyi Terus

Sebelum mengetahui ciri-ciri ban yang harus diganti, ada baiknya Anda memahami beberapa faktor yang memengaruhi umur ban.
Ban mobil memiliki masa pakai tertentu, dan beberapa faktor dapat mempercepat proses keausan. Berikut adalah faktor-faktor utama yang dapat memengaruhi umur ban mobil.
Gaya berkendara yang agresif, seperti mengerem mendadak atau akselerasi yang cepat, dapat menyebabkan ban cepat aus. Pengemudi yang sering melakukan manuver keras atau melaju dengan kecepatan tinggi dapat memperpendek umur ban mobil.
Jalan dengan permukaan kasar, berlubang, atau tidak rata dapat meningkatkan gesekan antara ban dan permukaan jalan. Hal ini menyebabkan keausan lebih cepat pada permukaan ban, sehingga ban akan lebih cepat aus.
Tekanan angin yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat memengaruhi daya cengkeram ban serta keausannya. Tekanan yang rendah menyebabkan ban lebih cepat aus di bagian sisi luar, sedangkan tekanan tinggi dapat menyebabkan keausan lebih cepat di bagian tengah ban.
Meski ban mobil tidak digunakan, usia karet ban juga memengaruhi daya tahannya. Ban yang sudah berumur lebih dari lima tahun, meskipun belum menunjukkan tanda-tanda keausan, sebaiknya tetap diganti untuk menghindari risiko pecah atau kempes.
Mengemudi dengan beban kendaraan yang terlalu berat akan meningkatkan tekanan pada ban, yang dapat mempercepat keausan dan merusak struktur ban. Pastikan untuk tidak melebihi kapasitas beban yang direkomendasikan oleh pabrikan mobil.

Setelah memahami faktor-faktor yang memengaruhi umur ban, saatnya mengetahui ciri-ciri ban mobil yang harus segera diganti. Mendeteksi masalah pada ban sejak dini dapat mencegah terjadinya kerusakan lebih lanjut dan meningkatkan keselamatan saat berkendara.
Pola keausan ban yang tidak merata dapat menjadi indikasi adanya masalah pada suspensi atau alignment kendaraan.
Ban yang aus hanya di satu sisi atau bagian tengahnya lebih tipis dibandingkan bagian tepi menunjukkan adanya masalah yang membutuhkan perhatian segera. Jika pola keausan tidak merata, segera lakukan pemeriksaan dan pertimbangkan untuk mengganti ban.
Salah satu cara mudah untuk mengetahui apakah ban harus diganti adalah dengan memeriksa kedalaman telapak ban. Biasanya, kedalaman telapak ban yang masih aman adalah sekitar 1,6 mm.
Jika kedalaman telapak sudah lebih kecil dari batas ini, ban tidak dapat berfungsi optimal, terutama saat berkendara di kondisi jalan basah. Pengemudi yang sering melaju di jalan licin atau hujan harus segera mengganti ban yang sudah tipis telapaknya.
Retakan atau pecah pada permukaan ban bisa disebabkan oleh faktor usia, suhu ekstrem, atau dampak dari benda tajam di jalan. Jika ditemukan retakan pada dinding samping atau permukaan tapak ban, segera ganti ban tersebut. Retakan pada ban dapat menyebabkan kebocoran udara atau bahkan pecah saat digunakan.
Ban yang kempes meskipun sudah diisi ulang dengan tekanan yang tepat sering kali menandakan adanya kerusakan pada dinding ban atau kebocoran yang sulit terlihat.
Jika ban Anda sering kempes meski tidak ada benda asing yang menancap, kemungkinan ada kebocoran yang membutuhkan penggantian ban.
Jika Anda merasakan getaran atau goncangan saat berkendara meskipun jalan yang dilalui rata, itu bisa menjadi tanda bahwa ban Anda tidak seimbang atau sudah rusak.
Ban yang tidak seimbang dapat menyebabkan kendaraan terasa tidak stabil dan dapat memperburuk keausan pada suspensi dan komponen lainnya. Segera cek kondisi ban jika merasakan getaran yang aneh.
Meskipun ban terlihat baik-baik saja, usia ban yang sudah lebih dari lima tahun dapat menurunkan kualitas karet dan struktur ban. Ban yang sudah tua rentan terhadap kerusakan, meskipun tidak digunakan terlalu sering.
Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengganti ban yang telah berusia lebih dari lima tahun meskipun belum menunjukkan tanda-tanda keausan yang signifikan.
Jika Anda mendengar suara berdecit atau bergetar yang berasal dari ban, ini bisa menjadi tanda bahwa ada masalah pada ban tersebut, seperti ketidakseimbangan atau kerusakan pada struktur ban. Bunyi aneh ini tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi indikasi adanya kerusakan yang lebih parah.
Baca juga: Perbedaan Sunroof dan Moonroof pada Mobil yang Perlu Diketahui
Memahami ciri-ciri ban mobil yang harus diganti sangat penting untuk menjaga keselamatan berkendara. Ban yang sudah aus atau rusak dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di jalan basah atau licin.
Selalu periksa kondisi ban secara berkala, terutama jika Anda melihat tanda-tanda keausan atau kerusakan pada ban. Dengan perawatan yang tepat dan penggantian ban secara rutin, Anda dapat memastikan perjalanan yang lebih aman dan nyaman.
Jika Anda sedang mencari mobil bekas, Anda bisa mempertimbangkan untuk mengikuti lelang mobil di JBA Indonesia karena pilihannya beragam, proses transparan, dan harga bersaing.
Untuk informasi lebih lanjut seputar lelang mobil di JBA Indonesia, hubungi kami melalui WhatsApp di 0817-0993-078 dan ikuti seluruh kanal media sosial JBA Indonesia untuk mendapatkan informasi terbaru.
Motor listrik semakin...
Yamaha, sebagai merek motor...
Sebagai merek premium yang...