Temukan Kendaraan
Impian di JBA Indonesia
Busi adalah salah satu komponen penting pada motor yang sering terabaikan. Padahal, kondisi busi yang kurang baik dapat memengaruhi performa mesin secara signifikan. Jika busi mulai aus atau kotor, mesin motor akan sulit hidup, boros bahan bakar, dan performa menurun.
Memahami ciri-ciri busi motor yang harus diganti penting agar motor tetap dalam kondisi optimal. Penggantian tepat waktu juga mencegah kerusakan lebih lanjut pada sistem pembakaran dan komponen mesin lainnya.
Selain itu, perawatan busi yang rutin dapat memperpanjang umur motor, menghemat biaya perawatan, dan meningkatkan efisiensi bahan bakar. Pengendara yang mengabaikan kondisi busi berisiko mengalami masalah mesin yang lebih serius.
Artikel ini akan membahas fungsi busi, ciri-ciri busi yang perlu diganti, serta tips merawat busi agar lebih awet dan performa motor tetap maksimal.
Baca juga: Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan: Tips Ampuh agar Tetap Nyaman di Jalan
Busi berperan sebagai pemantik api dalam ruang bakar mesin. Api yang dihasilkan busi membakar campuran udara dan bahan bakar sehingga piston bergerak dan motor dapat berjalan.
Fungsi busi tidak hanya untuk menyalakan mesin, tetapi juga membantu menjaga efisiensi bahan bakar, performa mesin, dan emisi gas buang. Busi yang aus atau kotor bisa menyebabkan pembakaran tidak sempurna, sehingga motor terasa kurang bertenaga.
Pemilihan busi yang tepat sesuai spesifikasi pabrikan sangat penting. Busi yang tidak sesuai dapat memicu mesin sulit hidup, suara mesin kasar, dan boros bahan bakar.
Selain itu, kondisi busi dapat menjadi indikator kesehatan mesin. Dengan memeriksa busi secara berkala, pengendara dapat mengetahui kondisi pembakaran, kualitas bahan bakar, dan adanya masalah pada mesin lebih dini.
Mengenali tanda busi motor yang harus diganti penting agar motor tetap nyaman dan aman dikendarai. Berikut beberapa ciri utama:
Jika motor sulit dihidupkan atau harus beberapa kali kick starter, kemungkinan busi sudah aus atau kotor. Busi yang tidak menghasilkan percikan api optimal menyebabkan pembakaran tidak sempurna.
Motor terasa tidak bertenaga atau tarikan menurun saat gas diputar menandakan busi mulai aus. Percikan api yang lemah mengurangi efisiensi pembakaran dan tenaga mesin.
Busi yang kotor atau rusak dapat menyebabkan mesin brebet, tersendat, atau mati mendadak saat berjalan. Kondisi ini membahayakan pengendara, terutama saat berada di jalan raya.
Pembakaran tidak sempurna akibat busi aus membuat konsumsi bahan bakar meningkat. Motor yang biasanya irit tiba-tiba menjadi boros bisa jadi tanda busi harus diganti.
Elektroda busi yang sudah aus atau kotor biasanya berwarna hitam pekat, basah, atau terdapat endapan karbon. Warna normal busi biasanya cokelat muda atau abu-abu.
Jika mesin terdengar kasar atau ada suara letupan saat digas, ini bisa menunjukkan busi tidak bekerja optimal. Percikan api yang tidak stabil membuat proses pembakaran terganggu.
Merawat busi secara rutin bisa memperpanjang umur dan menjaga performa motor tetap maksimal. Berikut beberapa tips penting:
Busi yang kotor dapat dibersihkan menggunakan sikat atau amplas halus. Pastikan elektroda bebas dari kotoran dan endapan karbon untuk menjaga percikan api tetap optimal.
Bahan bakar berkualitas tinggi mengurangi endapan kotoran pada busi. Hindari mengisi bensin oplosan atau berkualitas rendah karena bisa mempercepat ausnya busi.
Jarak elektroda busi harus sesuai spesifikasi pabrikan. Jarak yang terlalu renggang atau terlalu dekat bisa membuat percikan api tidak optimal. Periksa dan sesuaikan secara berkala.
Mesin yang sering panas berlebihan dapat merusak busi. Pastikan sistem pendingin bekerja optimal dan jangan memaksakan motor berjalan terlalu lama tanpa istirahat.
Busi memiliki umur pakai tertentu, biasanya 8.000–12.000 km untuk motor standar. Mengganti busi sesuai jadwal pabrikan menjaga performa mesin dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Kabel busi dan koil yang rusak memengaruhi percikan api. Pastikan semua komponen pengapian dalam kondisi baik agar busi bekerja maksimal.
Pemilihan busi sesuai rekomendasi pabrikan penting untuk mencegah kerusakan mesin. Busi yang tidak sesuai bisa membuat mesin sulit hidup atau cepat aus.
Baca juga: Fungsi Lampu Hazard agar Tidak Salah Saat Berkendara
Busi merupakan komponen vital pada motor yang memengaruhi performa, efisiensi bahan bakar, dan kenyamanan berkendara. Mengenali ciri-ciri busi yang harus diganti, seperti mesin sulit hidup, tarikan lemah, boros bahan bakar, atau elektroda kotor, sangat penting agar motor tetap optimal.
Merawat busi secara rutin, menggunakan bahan bakar berkualitas, serta mengganti busi sesuai jadwal pabrikan akan mnjaga motor tetap bertenaga dan awet.
Jika Anda sedang mencari motor bekas, bisa mempertimbangkan untuk mengikuti lelang motor di JBA Indonesia karena pilihannya beragam, proses transparan, dan harga bersaing.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi WhatsApp di 0817-0993-078 dan ikuti seluruh kanal media sosial JBA Indonesia untuk update terbaru mengenai lelang motor.
Bulan Ramadhan selalu...
Lampu hazard adalah salah...
Mabuk perjalanan merupakan...