Temukan Kendaraan
Impian di JBA Indonesia
Mabuk perjalanan merupakan masalah umum yang dialami banyak orang saat bepergian dengan mobil, bus, kereta, atau pesawat. Gejala seperti mual, pusing, dan lemas dapat mengganggu kenyamanan perjalanan, bahkan membuat pengalaman perjalanan menjadi tidak menyenangkan.
Fenomena ini sering terjadi pada anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Tidak hanya mengganggu fisik, mabuk perjalanan juga bisa mempengaruhi fokus pengendara dan keamanan selama di jalan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi mabuk perjalanan agar perjalanan menjadi lebih nyaman dan aman.
Selain itu, pemilihan posisi duduk, ventilasi udara, dan makanan yang dikonsumsi sebelum perjalanan juga dapat berperan penting dalam mencegah mabuk perjalanan. Dengan memahami penyebab dan solusi, perjalanan jarak jauh maupun singkat dapat menjadi pengalaman yang lebih menyenangkan.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang apa itu mabuk perjalanan, penyebabnya, serta cara-cara efektif untuk mengatasinya.
Baca juga: Ciri-ciri Busi Motor Harus Diganti untuk Performa Mesin Lebih Baik
Mabuk perjalanan, atau motion sickness, adalah kondisi fisik yang muncul akibat ketidakseimbangan antara gerakan tubuh dan persepsi otak. Tubuh merasakan gerakan, tetapi mata atau telinga bagian dalam tidak sinkron dalam memberi sinyal kepada otak, sehingga menimbulkan gejala mual, pusing, dan kadang muntah.
Gejala mabuk perjalanan bisa muncul saat seseorang berada di kendaraan bergerak, terutama ketika melihat pemandangan yang bergerak cepat, membaca, atau bermain gadget selama perjalanan. Beberapa orang lebih rentan terhadap kondisi ini karena sensitivitas organ vestibular di telinga bagian dalam atau riwayat genetik.
Selain mual dan pusing, gejala lain yang umum muncul termasuk berkeringat dingin, lemas, sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan. Kondisi ini biasanya akan membaik setelah perjalanan berhenti atau kendaraan dalam keadaan stabil.
Mabuk perjalanan bukanlah kondisi serius secara medis, namun dapat mengganggu kenyamanan dan aktivitas harian. Oleh karena itu, memahami penyebab dan cara pencegahannya sangat penting, terutama bagi orang yang sering bepergian.
Sebelum membahas cara mengatasi, penting untuk memahami penyebab utama mabuk perjalanan. Beberapa faktor fisik dan lingkungan dapat memicu kondisi ini.
Mabuk perjalanan terjadi ketika otak menerima sinyal yang bertentangan dari telinga bagian dalam, mata, dan reseptor tubuh. Ketidakseimbangan ini membuat tubuh “bingung” sehingga muncul gejala mual dan pusing.
Duduk di posisi yang salah, misalnya di bagian belakang kendaraan atau menghadap ke arah yang berlawanan dengan arah gerakan, dapat meningkatkan risiko mabuk perjalanan. Pandangan yang terbatas juga membuat tubuh lebih sulit menyesuaikan diri dengan gerakan kendaraan.
Membaca buku, melihat layar gadget, atau menatap objek statis selama perjalanan dapat memicu ketidakseimbangan persepsi gerakan. Mata melihat benda diam, sementara tubuh merasakan gerakan, sehingga memicu gejala mabuk.
Konsumsi makanan berat, berlemak, atau minuman berkafein sebelum perjalanan dapat memperburuk gejala. Tubuh lebih sensitif terhadap makanan tertentu ketika sedang bergerak, sehingga mual lebih mudah muncul.
Kondisi psikologis, seperti stres atau kelelahan, dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap gerakan. Pengemudi atau penumpang yang tidak cukup istirahat cenderung lebih mudah mengalami mabuk perjalanan.
Setelah memahami penyebabnya, ada beberapa cara efektif untuk mencegah dan mengatasi mabuk perjalanan. Langkah-langkah berikut bisa diterapkan sebelum maupun selama perjalanan.
Duduk di kursi depan atau dekat jendela depan kendaraan dapat membantu tubuh menyesuaikan diri dengan gerakan. Posisi ini memungkinkan pandangan mengikuti arah perjalanan dan mengurangi gejala pusing.
Memandang ke arah cakrawala atau objek yang stabil dapat membantu otak menyesuaikan persepsi gerakan. Hindari membaca buku atau menatap layar gadget saat kendaraan bergerak, karena dapat memperburuk mabuk perjalanan.
Sebelum perjalanan, pilih makanan ringan dan hindari makanan berlemak atau pedas. Minum air putih secukupnya juga membantu mencegah dehidrasi yang bisa memperparah gejala mual.
Obat-obatan over-the-counter, seperti antihistamin yang direkomendasikan dokter, dapat membantu mencegah mabuk perjalanan. Pastikan membaca aturan pakai dan jangan mengemudi jika obat menyebabkan kantuk.
Membuka jendela atau menggunakan ventilasi AC untuk menjaga sirkulasi udara tetap segar dapat mengurangi rasa mual. Udara segar membantu tubuh menyesuaikan diri dengan gerakan kendaraan.
Kelelahan membuat tubuh lebih rentan terhadap mabuk perjalanan. Pastikan tidur cukup sebelum melakukan perjalanan jauh. Beristirahat singkat saat perjalanan juga dapat membantu mengurangi gejala.
Aromaterapi dengan minyak peppermint atau aroma segar dapat membantu meredakan mual. Jahe juga dikenal efektif mengatasi gejala mabuk perjalanan, baik dikonsumsi dalam bentuk teh, permen, atau kapsul.
Jika memungkinkan, lakukan peregangan ringan atau gerakan kaki secara perlahan saat duduk. Hal ini membantu peredaran darah tetap lancar dan mengurangi gejala pusing.
Mendengarkan musik ringan atau audio book dapat mengalihkan perhatian dari rasa mual. Hindari hiburan yang membutuhkan fokus visual, seperti menonton video atau bermain game.
Selalu sediakan tisu, kantong plastik, atau air minum di dekat Anda saat perjalanan. Persiapan ini membantu menghadapi gejala mabuk secara cepat tanpa menimbulkan gangguan lebih besar.
Baca juga: Fungsi Lampu Hazard agar Tidak Salah Saat Berkendara
Mabuk perjalanan bisa menjadi pengalaman yang mengganggu, namun dapat diatasi dengan memahami penyebab dan menerapkan strategi pencegahan. Beberapa cara efektif termasuk memilih posisi duduk yang tepat, menjaga sirkulasi udara, mengonsumsi makanan ringan, menggunakan obat anti-mabuk, dan memanfaatkan aromaterapi atau jahe.
Jika Anda sedang mencari kendaraan bekas, bisa mempertimbangkan untuk mengikuti lelang kendaraan di JBA Indonesia karena pilihannya beragam, proses transparan, dan harga bersaing.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami melalui WhatsApp di 0817-0993-078 dan ikuti seluruh kanal media sosial JBA Indonesia untuk mendapatkan update terbaru mengenai lelang kendaraan.
Bulan Ramadhan selalu...
Lampu hazard adalah salah...
Busi adalah salah satu...