Informasi Lelang
Fitur Terbaru di JBA, Kini Bisa Lacak Status BPKB Dengan Mudah
Honda Brio menjadi salah satu mobil perkotaan yang cukup populer di Indonesia. Ukurannya yang ringkas, desain modern, konsumsi bahan bakar relatif efisien, serta pilihan transmisi manual dan otomatis membuat mobil ini banyak digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Selain mempertimbangkan harga beli dan biaya perawatan, calon pemilik juga perlu mengetahui kisaran pajak mobil Brio. Informasi mengenai pajak kendaraan penting untuk memperkirakan biaya kepemilikan tahunan, terutama bagi Anda yang sedang berencana membeli Honda Brio bekas.
Besaran pajak Honda Brio tidak selalu sama pada setiap kendaraan. Pajaknya dapat dipengaruhi oleh tahun produksi, tipe kendaraan, Nilai Jual Kendaraan Bermotor atau NJKB, wilayah registrasi, dan urutan kepemilikan kendaraan. Honda Brio RS umumnya memiliki pajak lebih tinggi dibandingkan Brio Satya karena nilai jualnya juga lebih besar.
Pemilik kendaraan juga perlu membedakan antara pajak tahunan dan pembayaran pajak lima tahunan. Pajak tahunan biasanya mencakup Pajak Kendaraan Bermotor atau PKB, opsen PKB pada daerah tertentu, serta Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan atau SWDKLLJ. Sementara itu, pembayaran lima tahunan juga mencakup biaya penerbitan STNK dan tanda nomor kendaraan baru.
Baca juga: Tarif Tol Lampung Terbaru 2026 untuk Semua Gerbang dan Golongan
Honda Brio merupakan mobil kompak yang pertama kali dipasarkan di Indonesia pada awal dekade 2010-an. Mobil ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan perkotaan yang praktis, mudah dikendarai, dan relatif ekonomis. Dimensinya yang tidak terlalu besar membuat Honda Brio mudah digunakan di jalanan padat maupun area parkir yang terbatas.
Di Indonesia, Honda Brio tersedia dalam beberapa varian, terutama Brio Satya dan Brio RS. Brio Satya masuk dalam kategori Low Cost Green Car atau LCGC dan umumnya diposisikan sebagai pilihan yang lebih terjangkau. Varian ini tersedia dalam beberapa tipe, seperti Satya S dan Satya E, dengan pilihan transmisi manual maupun CVT pada tahun tertentu.
Sementara itu, Honda Brio RS diposisikan sebagai varian yang lebih sporty. Perbedaannya dapat ditemukan pada desain eksterior, pilihan fitur, tampilan interior, dan beberapa perlengkapan tambahan. Karena nilai jualnya lebih tinggi, pajak Brio RS biasanya juga lebih besar dibandingkan Brio Satya pada tahun produksi yang sama.
Besaran pajak mobil Brio dipengaruhi oleh tahun produksi, tipe kendaraan, NJKB, wilayah registrasi, dan urutan kepemilikan kendaraan. Brio keluaran lama umumnya memiliki pajak lebih rendah karena nilai jual kendaraannya telah mengalami penurunan.
Perlu diperhatikan bahwa nominal berikut merupakan estimasi pajak tahunan untuk kepemilikan pertama. Jumlah sebenarnya dapat berbeda dari yang tercantum dalam tabel karena setiap daerah dapat menerapkan tarif dan ketentuan pajak kendaraan yang berbeda. Tunggakan, denda, pajak progresif, serta biaya administrasi juga dapat memengaruhi total pembayaran.
Tahun Produksi | Tipe yang Umum Ditemukan | Estimasi Pajak Tahunan |
| 2012–2014 | Brio S, Brio E, Brio Sports, Brio Satya | Rp1.300.000–Rp2.200.000 |
| 2015–2017 | Brio Satya S, Satya E, dan RS | Rp1.500.000–Rp2.700.000 |
| 2018–2020 | Brio Satya S, Satya E, dan RS generasi kedua | Rp1.800.000–Rp3.100.000 |
| 2021–2022 | Brio Satya S, Satya E, dan RS | Rp2.000.000–Rp3.500.000 |
| 2023 | Brio Satya dan Brio RS versi penyegaran | Rp2.400.000–Rp3.500.000 |
| 2024–2025 | Brio Satya S, Satya E, dan RS | Rp2.300.000–Rp3.800.000 |
| 2026 | Brio Satya S, Satya E, dan RS | Rp2.852.000–Rp4.259.000 |
Honda Brio keluaran lama umumnya memiliki pajak lebih rendah dibandingkan model baru. Namun, tahun produksi bukan satu-satunya penentu. Dua mobil Brio dengan tahun yang sama dapat memiliki pajak berbeda apabila tipe, transmisi, wilayah registrasi, dan status kepemilikannya tidak sama.
| Tipe Honda Brio | Estimasi Pajak Tahunan |
| Brio Satya S MT | Rp1.300.000–Rp1.600.000 |
| Brio Satya E MT | Rp1.500.000–Rp1.800.000 |
| Brio S | Rp1.600.000–Rp1.900.000 |
| Brio E | Rp1.800.000–Rp2.100.000 |
| Brio Sports | Rp1.900.000–Rp2.200.000 |
Honda Brio produksi awal tersedia dalam pilihan mesin dan tipe yang lebih beragam. Beberapa Brio keluaran awal menggunakan mesin 1.300 cc, sedangkan Brio Satya menggunakan mesin 1.200 cc.
Brio Satya S manual biasanya memiliki pajak paling rendah. Sementara itu, Brio E dan Brio Sports dapat dikenakan pajak lebih tinggi karena NJKB dan spesifikasinya berbeda.
| Tipe Honda Brio | Estimasi Pajak Tahunan |
| Brio Satya S MT | Rp1.500.000–Rp1.800.000 |
| Brio Satya E MT | Rp1.700.000–Rp2.000.000 |
| Brio Satya E AT | Rp1.900.000–Rp2.200.000 |
| Brio RS MT | Rp2.200.000–Rp2.500.000 |
| Brio RS CVT | Rp2.400.000–Rp2.700.000 |
Pada periode ini, Brio Satya menjadi salah satu pilihan mobil LCGC yang cukup populer. Honda juga menawarkan varian RS dengan tampilan lebih sporty dan sejumlah perlengkapan tambahan.
Karena memiliki nilai jual lebih tinggi, pajak Brio RS umumnya berada di atas Brio Satya. Varian bertransmisi otomatis atau CVT juga cenderung memiliki pajak sedikit lebih tinggi dibandingkan versi manual.
| Tipe Honda Brio | Estimasi Pajak Tahunan |
| Brio Satya S MT | Rp1.800.000–Rp2.200.000 |
| Brio Satya E MT | Rp2.100.000–Rp2.400.000 |
| Brio Satya E CVT | Rp2.300.000–Rp2.700.000 |
| Brio RS MT | Rp2.600.000–Rp2.900.000 |
| Brio RS CVT | Rp2.800.000–Rp3.100.000 |
Honda Brio generasi kedua diperkenalkan pada 2018 dengan perubahan desain yang cukup besar. Ruang kabinnya dibuat lebih praktis dan bagian belakangnya tidak lagi menggunakan pintu kaca seperti generasi sebelumnya.
Brio Satya S manual berada pada kisaran pajak terendah. Adapun Brio RS CVT umumnya memiliki pajak tertinggi karena harga dan NJKB-nya lebih besar.
| Tipe Honda Brio | Estimasi Pajak Tahunan |
| Brio Satya S MT | Rp2.000.000–Rp2.400.000 |
| Brio Satya E MT | Rp2.300.000–Rp2.600.000 |
| Brio Satya E CVT | Rp2.600.000–Rp2.900.000 |
| Brio RS MT | Rp2.900.000–Rp3.300.000 |
| Brio RS CVT | Rp3.100.000–Rp3.500.000 |
Untuk Honda Brio keluaran 2021 dan 2022, pajak tahunannya diperkirakan mulai dari sekitar Rp2 jutaan. Nilainya dapat mencapai sekitar Rp3,5 juta untuk Brio RS CVT.
Mobil keluaran tahun ini masih cukup banyak ditemukan di pasar mobil bekas. Sebelum membeli, calon pemilik perlu memeriksa masa berlaku pajak dan memastikan tidak ada tunggakan dari pemilik sebelumnya.
| Tipe Honda Brio | Estimasi Pajak Tahunan |
| Brio Satya S MT | Sekitar Rp2.400.000 |
| Brio Satya E MT | Sekitar Rp2.600.000 |
| Brio Satya E CVT | Sekitar Rp2.900.000 |
| Brio RS MT | Sekitar Rp3.400.000 |
| Brio RS CVT | Sekitar Rp3.500.000 |
Honda Brio mendapatkan penyegaran desain dan fitur pada 2023. Pilihan variannya tetap terdiri dari Brio Satya dan Brio RS dengan transmisi manual maupun CVT.
Estimasi di atas dapat bertambah setelah memperhitungkan SWDKLLJ dan komponen administrasi lainnya. Nominal juga dapat berbeda menurut provinsi tempat kendaraan terdaftar.
| Tipe Honda Brio | Estimasi Pajak Tahunan |
| Brio Satya S MT | Rp2.300.000–Rp2.600.000 |
| Brio Satya E MT | Rp2.700.000–Rp3.000.000 |
| Brio Satya E CVT | Rp3.000.000–Rp3.300.000 |
| Brio RS MT | Rp3.500.000–Rp3.700.000 |
| Brio RS CVT | Rp3.600.000–Rp3.800.000 |
Pajak Brio 2024 dan 2025 umumnya lebih tinggi dibandingkan model lama karena NJKB-nya masih relatif besar. Brio Satya S MT menjadi salah satu tipe dengan pajak paling terjangkau.
Sementara itu, Brio RS CVT berada pada kisaran tertinggi. Nilainya dapat lebih besar apabila kendaraan tercatat sebagai kepemilikan kedua atau seterusnya dan terkena pajak progresif.
| Tipe Honda Brio | Estimasi PKB dan SWDKLLJ |
| Brio Satya 1.2 S MT | Rp2.852.000 |
| Brio Satya 1.2 S CVT | Rp3.062.000 |
| Brio Satya 1.2 E MT | Rp3.104.000 |
| Brio Satya 1.2 E CVT | Rp3.356.000 |
| Brio RS MT | Rp4.070.000 |
| Brio RS CVT | Rp4.259.000 |
Dari tabel tersebut, Brio Satya 1.2 S MT memiliki estimasi pajak paling rendah, yaitu sekitar Rp2,85 juta. Sementara itu, Brio RS CVT memiliki estimasi pajak tertinggi yang mencapai sekitar Rp4,25 juta.
Angka tersebut tidak dapat langsung dijadikan patokan untuk seluruh daerah. Tarif PKB, opsen PKB, dan dasar pengenaan pajak dapat berbeda di setiap provinsi.
Selain tipe dan tahun produksi, terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi pajak mobil Brio, yaitu:
Untuk mengetahui pajak Honda Brio secara akurat, pemilik kendaraan dapat memeriksa STNK, mengakses layanan Samsat daerah, menggunakan aplikasi SIGNAL, atau memakai layanan pengecekan pajak resmi dari Bapenda provinsi tempat kendaraan terdaftar.
Baca juga: Apa Itu Spooring Mobil dan Apa Bedanya dengan Balancing?
Pajak mobil Brio berbeda-beda berdasarkan tipe, tahun produksi, NJKB, wilayah registrasi, dan urutan kepemilikan kendaraan. Secara umum, Honda Brio keluaran lama dapat memiliki pajak tahunan mulai dari sekitar Rp1 jutaan, sedangkan Brio keluaran terbaru dapat mencapai lebih dari Rp4 juta untuk tipe RS CVT.
Brio Satya biasanya memiliki pajak lebih rendah dibandingkan Brio RS. Varian manual juga cenderung memiliki pajak lebih terjangkau daripada varian CVT pada tipe dan tahun yang sama. Namun, daftar pajak dalam artikel ini hanya merupakan estimasi sehingga jumlah yang tercantum pada STNK tetap menjadi acuan utama.
Sebelum membeli Honda Brio bekas, periksa masa berlaku pajak, kesesuaian nomor rangka dan nomor mesin, status kepemilikan, serta kemungkinan adanya tunggakan. Pemeriksaan tersebut penting agar pembeli dapat memperkirakan biaya tambahan yang perlu disiapkan setelah transaksi.
Apabila sedang mencari mobil Brio bekas, Anda dapat mempertimbangkan untuk mengikuti lelang mobil di JBA Indonesia. Pilihan mobil yang tersedia beragam, proses lelang dilakukan secara transparan, dan harga yang ditawarkan bersaing.
Untuk informasi lebih lanjut seputar lelang mobil di JBA Indonesia, hubungi kami melalui WhatsApp di 0817-0993-078 dan ikuti seluruh kanal media sosial JBA Indonesia untuk mendapatkan informasi terbaru.