Jenis-jenis Mobil Listrik dan Cara Kerjanya

date_range 2026-10-09
schedule 12:00:00
News picture Jenis-jenis Mobil Listrik dan Cara Kerjanya

Mobil listrik semakin populer sebagai alternatif kendaraan dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan. Kendaraan ini memiliki sistem penggerak dan sumber energi yang berbeda dari mobil konvensional berbahan bakar bensin atau diesel.

Secara umum, terdapat empat jenis kendaraan yang dikenal dalam kategori mobil listrik, yaitu Battery Electric Vehicle (BEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV). Keempatnya memiliki cara kerja, kelebihan, serta kebutuhan energi yang berbeda.

Memahami jenis mobil listrik dapat membantu calon pembeli menentukan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan. Selain harga, pertimbangkan juga jarak tempuh, biaya operasional, dan ketersediaan fasilitas pengisian energi.

Baca juga: Depresiasi Mobil: Pengertian, Faktor, dan Cara Menghitungnya

Lelang Mobil

4 Jenis Mobil Listrik dan Cara Kerjanya

Perbedaan utama jenis mobil listrik terletak pada sumber energi dan sistem penggerak yang digunakan. Ada kendaraan yang sepenuhnya menggunakan baterai, ada yang menggabungkan motor listrik dengan mesin bensin, dan ada pula yang memanfaatkan hidrogen.

Berikut empat jenis mobil listrik beserta cara kerja dan contoh kendaraannya.

1. Battery Electric Vehicle (BEV)

Battery Electric Vehicle (BEV) adalah mobil listrik yang sepenuhnya menggunakan energi listrik untuk menggerakkan roda. Kendaraan ini tidak menggunakan mesin pembakaran internal berbahan bakar bensin atau diesel.

Cara kerjanya dimulai ketika baterai diisi melalui sumber listrik eksternal, seperti pengisi daya di rumah atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Energi dari baterai kemudian dialirkan ke motor listrik untuk menggerakkan kendaraan.

BEV juga umumnya dilengkapi sistem pengereman regeneratif. Sistem ini dapat mengubah sebagian energi gerak saat kendaraan melambat menjadi listrik yang disimpan kembali dalam baterai.

Contoh BEV yang dikenal di Indonesia adalah Hyundai IONIQ 5, BYD ATTO 3, dan Wuling Air ev. Ketiganya menggunakan baterai sebagai sumber energi utama untuk penggerak.

Kelebihan BEV adalah tidak menghasilkan emisi gas buang langsung saat dikendarai. Namun, pemilik perlu mempertimbangkan jarak tempuh, durasi pengisian, kondisi baterai, dan akses ke fasilitas pengisian daya.

2. Hybrid Electric Vehicle (HEV)

Hybrid Electric Vehicle (HEV) merupakan mobil yang menggabungkan mesin pembakaran internal dengan motor listrik. Kendaraan ini tetap menggunakan bahan bakar, tetapi motor listrik membantu meningkatkan efisiensi penggunaan energi.

Dalam kondisi tertentu, motor listrik dapat membantu menggerakkan kendaraan, terutama saat mulai berjalan atau melaju dengan beban ringan. Ketika membutuhkan tenaga lebih besar, mesin dan motor listrik dapat bekerja bersama sesuai sistem yang digunakan.

Berbeda dari BEV dan PHEV, HEV umumnya tidak perlu diisi daya menggunakan colokan listrik eksternal. Baterainya mendapatkan energi melalui sistem pengisian kendaraan dan pengereman regeneratif.

Contoh HEV di Indonesia antara lain Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, Toyota Yaris Cross Hybrid, dan Honda CR-V e. Model-model tersebut menggabungkan mesin dan motor listrik untuk mendukung performa serta efisiensi bahan bakar.

Keunggulan HEV adalah pengguna tetap dapat mengisi bahan bakar seperti biasa tanpa bergantung pada SPKLU. Meski begitu, kendaraan ini masih menghasilkan emisi gas buang karena tetap menggunakan mesin pembakaran internal.

3. Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)

Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) menggabungkan mesin pembakaran internal dan motor listrik, tetapi memiliki baterai yang dapat diisi melalui sumber listrik eksternal. Kapasitas baterainya umumnya lebih besar dibandingkan HEV sehingga kendaraan dapat menempuh jarak tertentu hanya dengan tenaga listrik.

Ketika baterai terisi, PHEV dapat menggunakan motor listrik untuk perjalanan sehari-hari. Jika daya berkurang atau dibutuhkan tenaga tambahan, mesin pembakaran internal dapat ikut bekerja sesuai sistem kendaraan.

Contoh PHEV yang dipasarkan di Indonesia adalah Chery Tiggo 8 CSH. Model ini menggunakan teknologi plug-in hybrid yang memungkinkan baterainya diisi melalui sumber listrik eksternal.

Kelebihan PHEV adalah fleksibilitas penggunaan energi listrik dan bahan bakar. Kendaraan dapat digunakan untuk perjalanan harian dengan tenaga listrik, sedangkan mesin konvensional tetap tersedia untuk perjalanan lebih jauh.

Namun, efisiensi PHEV sangat bergantung pada kebiasaan pengisian daya. Jika baterai jarang diisi, kendaraan akan lebih sering menggunakan mesin pembakaran internal sehingga manfaat penghematan energinya dapat berkurang.

4. Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV)

Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) merupakan mobil listrik yang menggunakan hidrogen untuk menghasilkan listrik melalui perangkat bernama fuel cell atau sel bahan bakar. Listrik tersebut kemudian digunakan untuk menggerakkan motor listrik.

Dalam sistem ini, hidrogen disimpan di dalam tangki khusus dan diproses bersama oksigen untuk menghasilkan energi listrik melalui reaksi elektrokimia. Kendaraan juga dapat menggunakan baterai berukuran lebih kecil untuk membantu menyimpan energi pengereman regeneratif.

Contoh FCEV yang dikenal di pasar global adalah Toyota Mirai dan Hyundai NEXO. Toyota Mirai merupakan sedan bertenaga hidrogen, sedangkan Hyundai NEXO hadir dalam bentuk SUV.

Salah satu kelebihan FCEV adalah waktu pengisian hidrogen yang relatif singkat apabila dibandingkan dengan pengisian penuh baterai besar. Emisi langsung dari kendaraan ini terutama berupa uap air, tetapi dampak lingkungannya secara keseluruhan tetap bergantung pada proses produksi hidrogen.

Tantangan utama FCEV adalah keterbatasan stasiun pengisian hidrogen dan biaya pengembangan infrastrukturnya. Di Indonesia, fasilitas ini masih terbatas dibandingkan fasilitas pengisian daya untuk mobil listrik berbaterai.

Titip Jual

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik yang Perlu Diketahui

Keempat jenis mobil listrik memiliki sistem kerja yang berbeda. BEV menggunakan baterai sebagai sumber energi utama, HEV menggabungkan motor listrik dan mesin konvensional, PHEV memiliki baterai yang dapat diisi melalui colokan, sedangkan FCEV menghasilkan listrik menggunakan hidrogen.

Jika sedang mencari mobil listrik bekas, Anda bisa mempertimbangkan untuk mengikuti lelang mobil di JBA Indonesia. Pilihannya beragam, prosesnya transparan, dan harga bersaing. Sebelum membeli, periksa kondisi kendaraan, kelengkapan dokumen, riwayat perawatan, serta kondisi baterai dan sistem penggeraknya.

Untuk informasi lebih lanjut seputar lelang mobil di JBA Indonesia, hubungi kami melalui WhatsApp di 0817-0993-078 dan ikuti seluruh kanal media sosial JBA Indonesia untuk mendapatkan informasi terbaru.

News author picture JBA Indonesia

JBA Indonesia

JBA Indonesia adalah balai lelang otomotif tepercaya dengan menyediakan berbagai macam pilihan kendaraan bekas. Tiap minggunya, JBA berhasil melelang lebih dari 1000 unit kendaraan untuk para pelanggan JBA.